Halo! Kembali lagi bersama saya Aldy~
Kali ini saya akan bercerita sedikit tentang pertemuan ke-7 di mata kuliah Ilmu Sosial Dasar. Di pertemuan kali ini kita belajar tidak melalui google meet seperti biasanya, tetapi kita belajar lewat V-Class. Meskipun pembelajaran diadakan melalui V-Class tetap saja sesi diskusi masih ada di forum diskusi, karena kurang rasanya jikalau di matkul ini tidak ada yang namanya sesi diskusi atau sesi tanya jawab. Beliau juga memberikan tugas yang berupa Quiz dan tugas menguraikan materi yang sudah tertera di V-Class dengan judul Masyarakat Perkotaan dan Masyarakat Pedesaan.
Berikut uraian saya mengenai materi yang sudah disampaikan:
Perbedaan masyarakat perkotaan dengan masyarakat pedesaan dapat kita lihat dari ciri-cirinya seperti jumlah kepadatan penduduk, lingkungan hidup, gaya hidup, mata pencaharian, corak kehidupan sosial di desa masih homogen sebaliknya dengan di kota sangat heterogen, stratifikasi sosial di kota jauh lebih komplek dibanding di desa, mobilitas sosial di kota jauh lebih tinggi dibanding desa, pola interaksi, solidaritas sosial di desa lebih tinggi dibanding di kota, dari hirarki sistem administrasi nasional kedudukan kota lebih tinggi daripada desa,
Untuk menunjang aktivitas serta memberikan suasana aman, tenteram, nyaman bagi warganya, kota diharuskan menyediakan fasilitas kehidupan dan mengatasi berbagai masalah yang timbul sebagai akibat warganya, diantaranya adalah wisma, karya, marga, memenuhi kebutuhan penduduk akan fasilitas hiburan, rekreasi, pertamanan, kebudayaan maupun kesenian dan penyempurnaan. Ini merupakan pola pokok dari komponen-komponen perkotaan yang kuantitas dan kualitasnya kemudian dirinci dalam perencanaan suatu kota. Kebijaksanaan perencanaan dan pengembangan kota harus dapat dalam kerangka pendekatan yang luas yaitu pendekatan regional. Rumusan pengembangan kota seperti ini tergambar dalam pendekatan penanganan masalah kota yaitu menekan angka kelahiran, mengalihkan pusar pembangunan pabrik/industri ke pinggir kota, membendung ubranisasi, membangun kota satelit, meningkatkan fungsi dan peranan kota-kota kecil atau desa-desa yang telah ada disekitar kota besar dan juga transmigrasi bagi warga yang miskin dan tidak mempunyai pekerjaan.
Akibat dari urbanisasi diantara lain adalah terbentuknya tempat pemukiman baru di pinggiran kota, makin meningkatnya tuna karya, pertambahan penduduk kota yang pesat menimbulkan masalah perumahan, lingkungan hidup yang tidak sehat apalagi ditambah dengan adanya berbagai kerawanan sosial memberi pengaruh negatif terhadap pendidikan generasi muda. Usaha-usaha menanggulangi urbanisasi diantara lain adalah lokal jangka pendek, yaitu pembersihan daerah-daerah perkampungan yang melarat di tengah kota, perbaikan kampung melarat, membuat dan melaksanakan proyek sites dan service atau proyek plot town ship, memperluas kesempatan kerja. Kalau lokal janga panjang salah satunya adalah penyusunan masterplan atau rencana induk seperti: pembangunan perumahan, lapangan kerja, infrastruktur atau prasarana, tempat rekreasi dsb. Masterplan ini harus menunjukan arah pengembangan kota dalam jangka waktu yang agak panjang. Selain itu ada juga nasional janga pendek contohnya adalah pemerintah dapat mengatur masalah migrasi dengan peraturan perundang-undanan. Ada juga nasional jangka panjang diantara lain yaitu pemancaran pembangunan kota dengan membangun kota-kota baru, rencana pembangunan daerah (growth center) wilayah yang bercorak pedesaan, mengadakan industrialisasi di kota-kota besar.
Ya, sekian yang dapat saya simpulkan, terimakasi.
Comments
Post a Comment