Senja di Pelabuhan Kecil
sumber : https://prabangkaranews.com/2020/06/senja-di-pelabuhan-kecil-karya-chairil-anwar/
Jika kita melihat referensi dari bab 4, puisi yang saya akan analisis termasuk ke dalam kasih sayang karena penyair mengungkapkan perasaanya melalui syair ini. Dalam puisi ini juga terdapat sudut pandang cinta kasih, karena si penyair masih memikirkan kekasihnya tetapi hubungannya tidak bisa terulang kembali.
Puisi yang berjudul "Senja di Pelabuah Kecil" ditulis pada tahun 1946 oleh Chairil Anwar. Tema yang diangkat dalam puisi ini adalah tentang kemanusiaan lebih spesifik lagi tentang perasaan si penyair kepada orang yang lagi dicintainya. Pilihan kata yang lugas dan mengandung makna mendalam sulit kita jumpai pada penyair jaman sekarang ini. Resapan hati Chairil Anwar ditumpahkan semuanya dalam puisi Senja di Pelabuhan Kecil.
Isi dari puisi "Senja di Pelabuhan Kecil" lebih menonjolkan kesendirian yang dirasakan penyair, karena penyair ingin melukiskan persaannya melalui syair yang dibuatnya. Dalam puisi ini penyair mengungkapkan bahwa kegagalan cinta itiu menyebabkan hatinya tercekam dan sedih. Ia membutuhkan seseorang untuk menghibur dirinya, namun seseorang yang diharapkan tersebut justru pergi meninggalkannya.
Ketika seseorang mulai berusaha untuk bangkit dari kesedihannya, menandakan bahwa ia bisa menguasai dirinya. Namun, ketika seseorang sudah berusaha bangkit tetapi sia-sia, hal itu yang membuat dirinya terganggu. Semua bisa terganggu apabila hal yang ia alami tidak sesuai dengan keinginannya dan menyebabkan hal buruk. Yakinlah dibalik itu semua ada keindahan yang menanti kita di esok hari atau bisa kapan saja. Manusia hanya bisa berdoa dan berusaha yang terbaik.
Amanat yang kita bisa ambil dari puisi "Senja di Pelabuhan Kecil" ini yaitu, ketika kita mempunyai masalah jangan terlalu terlalu larut dalam kesedihan, kita harus bangkit. Kemudian, selalu mencari cinta sejati tanpa kenal lelah, karena cinta sejati baru akan ada ketika usaha kita disertai dengan doa dan usaha yang tulus. Yang terakhir kita harus cinta kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, cinta kepada sesama, dan cinta kepada alam raya.
Sekian analisis puisi "Senja di Pelabuhan Kecil" dari saya, terimakasih.
Comments
Post a Comment