Halo! Kembali lagi bersama saya Aldy~
Hari ini aku ingin bercerita sedikit tentang kelas ilmu sosial dasar minggu yang ke-5. Seperti biasanya Ibu Pipit kita yang tercinta mengawali kelas dengan materi dan diakhiri dengan sesi tanya jawab. Dalam sesi tanya jawab banyak sekali pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan dan sangat menarik untuk dibahas mengenai kependudukan antara perkotaan dan perdesaan. Kami sangat antusias sekali mengikuti kelas dari Ibu Pipit, apalagi ketika beliau sedang menanggapi setiap pertanyaan yang dilontarkan. Ada suatu permasalahan yang membuat saya tertarik untuk dibahas di blog kali ini.
Masyarakat perkotaan dan perdesaan memiliki perbedaan yang cukup sekali terlihat. Seperti gaya hidup, perilaku, pakaian, pola pikirnya pun terlihat berbeda. Perbedaan ini bisa terjadi akibat adanya pengaruh budaya luar yang masuk ke kota itu lebih besar dibanding desa, dan ini memengaruhi pola pikir dan juga gaya hidup orang kota. Sebaliknya, orang desa kebanyakan masih memegang teguh kebudayaan asli mereka yang membuat mereka ini tetap mempertahankan budaya luhur ketimbang mengikuti trend-trend budaya luar.
Masyarakat di desa terlalu terpaku pada budaya mereka sendiri sehingga secara tak sadar mereka menolak akan datang nya pembaharuan zaman, yang dimana menyebabkan mereka jadi buta terhadap tekonologi dan juga bisa ketinggalan zaman. Bukan berarti saya merasa bahwa orang yang mengikuti teknologi itu keren, tetapi untuk membangun negeri yang jauh lebih baik lagi dibutuhkan adanya sumber daya manusia yang lebih mantap lagi, bisa dibilang "ada harga ada kualitas" semakin mahal harganya semakin bagus juga kualitasnya. Mungkin pemerintah harus sesekali memperhatikan tentang perkembangan di perdesaan, karena kembali lagi ke yang tadi saya bicarakan bahwa, kalau mau membangun negeri yang bagus lagi harus mempunyai sumber daya manusia yang jauh lebih baik.
Mungkin segini saja curhatan saya mengenai pertemuan ke-5 di mata kuliah Ilmu Sosial Dasar, kalau belum sempurna saya minta maaf, karna yang sempurna hanya milik tuhan.
Comments
Post a Comment